
Cek Email @gms.or.id di sini.
Home
MS Women
MAWAR SHARON WOMEN 1ST ANNIVERSARY
Warta GMS (2/7) - Pada hari Rabu, 2 Juli 2006, Wanita Mawar Sharon merayakan HUTnya yang pertama. Dihadiri oleh kurang lebih 1000 wanita, acara ini dimeriahkan dengan persembahan pujian dari Sari Simorangkir dan Dora, serta kesaksian dan khotbah oleh Nindy Elliese.
Tidak terasa, sejak dibuka secara perdana pada hari Rabu, 25 Juli 2005 yang lalu, ibadah wanita GMS kini telah genap berusia 1 tahun. Setiap pihak sangat berbahagia atas penyertaan dan pernyataan Tuhan selama 1 tahun di ibadah WMS. Di mana melalui ibadah ini banyak orang telah diberkati dan hidupnya dipulihkan. Satu tahun sudah, ibadah wanita GMS menjadi saksi hidup akan lawatan Tuhan yang luar biasa atas umatNya.
Sari Simorangkir dari JPCC, Jakarta ikut memeriahkan dengan mempersembahkan tiga lagu pujian; Hati Hamba, Hatiku Percaya dan Kekuatan di Hidupku, membawa setiap jemaat semakin larut dalam penyembahan kepada Tuhan.
Sebelum masuk pelayanan Firman Tuhan, Nindy Elliese menyaksikan jamahan Tuhan yang telah mengubah hidupnya dari seorang yang berdosa menjadi hamba yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Dalam khotbahnya, Nindy menyampaikan tiga hal tentang kehidupan, bahwa hidup adalah sebuah keputusan, hidup sebuah tantangan dan hidup adalah untuk memuliakan Tuhan. Kemudian ia menutup khotbahnya siang itu dengan memujikan sebuah lagu, 'Tuhan Menuntun Hidupku'.
Seperti tidak mau kalah dengan Sari Simorangkir dan Nindy Elliese, segenap ibu-ibu pengurus juga mempersembahkan sebuah lagu pujian yang dinyanyikan secara bersamaan. Setelah itu, Ibu Yusuf selaku Gembala senior memberikan sepatah kata sambutan dan perkenalan gereja Mawar Sharon sebelum bersama Ibu Meyke dan perwakilan pengurus meniup lilin pada kue ulang tahun. Setiap jemaat sangat antusias mengikuti acara hingga selesai. Pak Yusuf akhirnya menutup ibadah perayaan dengan doa berkat, dan jemaat pun pulang dengan sukacita.
Selamat melayani para wanita Gereja Mawar Sharon, birlah api pelayananmu tidak akan pernah padam untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati.
"More than Conqueror"
Ibadah dan Perayaan Ulang Tahun ke-2 WMS
Hari ini (15/8) Mawar Sharon Women merayakan ulang tahunnya yang kedua. Usia yang masih batita (bawah tiga tahun -red). "Usia yang masih sangat kecil" kata Pnt. Suyono, hamba Tuhan dari Yogyakarta, yang waktu itu melayani sebagi pembicara tamu. "Tapi, usia bukan ukuran kedewasaan" tandas Beliau.
Ibadah yang diadakan di di Ruang Ibadah Utama GMS pusat dan dihadiri oleh kurang lebih 800 orang ini ditandai dengan diutusnya Ibu Tutik sebagai Ketua Mawar Sharon Women baru menggantikan Ibu Meyke, Ketua WMS sebelumnya. Regenerasi penting untuk sebuah kegerakan, karena regenerasi berarti memberi suatu kepercayaan kepada suksesor.
Dalam serah terima, Ibu Meyke menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Jusuf dan keluarga serta seluruh pengurus WMS dan jemaat atas dukungan yang diberikan kepada WMS sehingga WMS bisa berjalan dengan baik dan menajdi berkat bagi banyak orang, khususnya wanita. Ibu Tutik sebagai penerus juga berpesan agar kerjasama yang baik, yang selama ini sudah terjalin, agar tetap dilestarikan. Sehingga ke depan, WMS akan semakin jaya, banyak jiwa dimenangkan, banyak wanita dipulihkan dan nama Tuhan dimuliakan.
Edward Chen
Sebelum masuk pelayanan Firman, ibu-ibu WMS disuguhi persembahan tari-tarian oleh Creative Ministry dan persembahan pujian oleh Edward Chen. Edward Chen adalah seorang muda penyanyi lagu-lagu rohani berbahasa mandarin asal Surabaya, namun kini banyak menetap di Jakarta.
Di sela-sela pujian, Edward memberikan kesaksian tentang pergumulannya di dunia vocal. Beliau bukanlah song leader atau worship leader, tapi punya kerinduan mendalam untuk memuji Tuhan dalam bahasa mandarin. Ketika ia menawarkan albumnya yang pertama, banyak studio menolaknya. Tapi ia tidak putus asa. Sampai pada akhirnya, ada sebuah studio yang menerimanya. Dari situlah awal ia dipakai Tuhan di dunia tarik suara.
Sampai saat ini Beliau sudah mempersembahkan 11 album rohani. Ia percaya itu semua karena kebaikan dan penyertaan Tuhan. Hampir setiap minggu lahir penyanyi baru. Jika bukan karena Tuhan, mustahil seseorang bisa bertahan di dunia tarik suara begitu lama. Dalam pujiannya, Edward Chen memakai bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.
More than Conqueror
Dalam khotbahnya, Pnt. Suyono mengatakan bahwa banyak orang menginginkan kemenangan tapi bukan perjuangannya. Hal itu tidak mungkin, karena pada kenyataannya, kemenangan hanya bisa dicapai melalui perjuangan.
Sebuah pesawat membutuhkan dorongan yang besar dalam jarak tertentu untuk mendapatkan momentum tolak yang kuat yang memungkinkannya terbang. Demikian juga setiap orang yang ingin menang, ada jarak yang harus ditempuh dan dijalani sampai ia mendapatkan memontum tolak menuju kemenangan.
Pada Olimpiade Meksiko 1964, Stephen Akwari, pelari asal Tanzania, akhirnya mencapai garis finish dengan kaki yang terluka parah. Karena lukanya, ia tertinggal sangat jauh dari para pesaingnya. Bahkan ketika ia sampai di garis akhir, seluruh stadion sudah sepi penonton. Sebagian besar wartawan sudah pulang.
Dengan heran, beberapa wartawan yang tertinggal bertanya, "Mengapa Anda terus berlari meski sudah tahu pasti kalah?" Akwari menjawab, "Karena Negara saya mengutus saya ke sini untuk menyelesaikan pertandingan dan mencapai garis akhir, apapun resikonya."
Demikian juga setiap orang Kristen. Mereka dipanggil untuk terus berlari dan mencapai garis akhir, apapun resikonya. Garis akhir itulah kemenangan, dan berlari serta terluka adalah resiko tugas. Dunia ini tidak sempurna, banyak masalah dan tantangan, tapi orang Kristen dipanggil untuk dapat melalui masalah dengan tegar sampai mencapai garis akhir. Terus bangkit dan berusaha mencapai kemenangan sejati di dalam Tuhan. Apa syaratnya?
Diambil dari 2 Raja-raja 4 : 8-37, tentang perempuan sunem, kta mendapati dua hal penting: Pertama, melayani dari apa yang dipunyai. Perempuan Sunem melayani Tuhan dengan melayani hambaNya, Elisa, dengan membangun sebuah ruang untuk tempat menginap Elisa. Kedua, perempuan Sunem tidak putus pengharapan ketika mendapati puteri satu-satunya mati. Ia percaya bahwa Tuhan berkuasa membangkitkan orang mati. Ketiga, perempuan itu tidak hanya beriman dan berpangku tangan, tapi mengerjakan imannya. Sehingga, anaknya benar-benar dibangkitkan dari kematian.
Untuk hidup penuh kemenangan, setiap orang Kristen harus berani berjuang. Pejuang yang baik adalah pejuang yang dewasa, yang sudah meninggalkan sifat kekanak-kanakan. Orang yang dewasa dalam imannya tahu, bahwa Tuhan selalu bekerja. Oleh karena itu, kita pun harus terus bangkit dan berani menghadapi masalah dengan penuh iman.
Halaman Lain
Informasi mengenai departemen dan kelompok sel yang ada di Gereja Mawar Sharon.