
Cek Email @gms.or.id di sini.
Home
MS Senior
Serve Our Senior
Oleh Ibu Lily Megawati, Ketua Mawar Sharon Senior
Darimana awalnya kasih? KASIH berawal dari rumah. Di dalam keluarga kita sendiri mungkin kita mempunyai orang yang sangat 'miskin' dan kita tidak memperhatikan mereka. Kita tidak punya waktu untuk tersenyum, untuk bercakap-cakap satu sama lain. Mari kita bawa kasih itu dan kelembutannya ke dalam rumah kita sendiri dan Anda akan melihat perbedaannya. (Bunda Theresa, Calcutta)
Baik sadar ataupun tidak, kita seringkali tidak memperhatikan keberadaan orang-orang 'miskin' di sekitar kita. Yang dimaksud miskin disini bukan miskin secara jasmani, tapi lebih dari itu, yaitu orang-orang yang miskin perhatian, miskin kasih sayang, miskin dorongan semangat, miskin sapaan, pujian, hormat, miskin penghargaan. Entah kita tahu atau tidak tahu, hal ini dihadapi oleh sebagian besar anggota keluarga kita yang sudah berusia lanjut.
Banyak orang tidak siap menghadapi masa lansia. Mereka tahu bahwa secara alamiah setiap orang pasti akan menjadi tua, tetapi mereka tidak siap menerima kenyataan bahwa diri mereka akan mengalami kemuduran-kemunduran seperti kesehatan yang menurun, tidak selincah seperti masa muda. Kemudian ingatan yang mulai menurun, pendengaran yang berkurang, dan lain-lain.
Selain itu, mereka juga mengalami kemunduran emosi yang sangat mempengaruhi perilaku atau penilaian harga diri mereka. Bertambahnya usia bagi mereka berarti berkurangnya pengakuan dan penghargaan karena sudah tidak ada lagi prestasi yang dapat diraih. Kadangkala mereka menjadi patah semangat dan merasa diri tidak berguna, tidak berarti bagi orang lain, hanya menajdi beban bagi orang lain karena sudah tidak secekatan dulu, tidak semandiri dulu dalam melakukan segala sesuatu. Maka dari itu, mereka lalu merasa rendah diri dan tidak berguna.
Dalam masa-masa lansia ini mereka mulai mengevaluasi tujuan hidup dan keberhasilan hidupnya, apa yang telah dicapainya selama ini?
Adakalanya pertanyaan-pertanyaan itu tidak mampu dijawab sehingga banyak lansia yang hidup dalam kekuatiran bahkan ketakutan dalam menyongsong hari tuanya, karena tidak tahu bagaimana mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut. Mereka kehilangan arti hidup dan tujuan hidup.
Sebenarnya siapakah orangtua bagi anak cucu? orangtua adalah pembuka kunci berkat (Kel.29:12; Ul.5:16), kebanggaan bagi anak dan cucu, orang yang menyiapkan jalan Tuhan bagi anak muda, melalui pendidikan formal (berupa skill dan ability) dan informal, berupa menjadi teladan hidup dalam pelayanan dan memiliki roh yang takut akan Tuhan (Ams.22:6).
Mengetahui kebenaran di atas, sebagai keluarga yang dekat dengan lansia, siapkah kita memandu dan mendukung para lansia untuk tetap sigap dalam menghadapi perubahan-perubahan dalam kehidupan mereka dan bahkan mendukung mereka untuk tetap produktif di dalam usianya yang lanjut ?
Mari, ajak sanak keluarga dan teman Anda yang sudah berusia lanjut untuk beribadah di Mawar Sharon Senior (khusus untuk pria dan wanita berusia 55 tahun ke atas) di Ruang Chapel GMS Pusat, pukul 10.00 WIB. Jadilah berkat untuk orang tua Anda! Tuhan Yesus memberkati.
Mawar Sharon Senior
Ibadah perdana Mawar Sharon Senior (MSS) diadakan pada hari Rabu, 17 Januari 2007 di ruang Chapel GMS pusat. Ibadah yang diperuntukkan khusus untuk jemaat lanjut usia ini dihadiri oleh 95 orang.
Sejak pukul 09.00 WIB, bapak-bapak dan ibu-ibu lanjut usia sudah memenuhi ruang Chapel GMS pusat, beberapa datang sendiri sedangkan sebagian yang lain datang diantar oleh sanak keluarga. Ada juga yang datang bersamaan dengan Ibu-ibu yang menghadiri ibadah Wanita Mawar Sharon (WMS), karena ibadah MSS diadakan bersamaan dengan ibadah WMS. Di pintu masuk, jemaat MSS diberi suvenir sebuah cermin, supaya setiap kali bercermin, mereka tahu bahwa meski usia sudah tua tapi mereka tetap berharga di hadapan Tuhan.
Ibadah dimulai dengan pujian penyembahan dan doa pada pukul 09.45 WIB. Sekitar pukul 10.30 WIB, Ibu Lily memberikan tips-tips olahraga selama setengah jam. Ia mengatakan, olahraga sangat penting untuk kesehatan, tidak hanya jasmani tapi juga rohani termasuk mengendalikan emosi. Di usia lanjut, banyaknya waktu luang yang dimiliki seharusnya diisi dengan hal-hal yang berguna dan membangun.
Pada pukul 11.00 WIB, Ibu Sumiati, istri dari Bapak Soegiarto Amin (Gembala Mutiara), menyampaikan Firman Tuhan dari Surat Filipi 3:13-14. Ia menyampaikan pesan supaya Bapak-bapak dan Ibu-ibu lanjut usia meninggalkan kepahitan-kepahitan masa lalu dan mulai hidup mengarah ke depan bersama Yesus. Bersikap bijaksana dalam menjalani hari lepas hari, supaya dapat mewariskan sesuatu yang baik bagi generasi penerus. Pagi itu, jemaat mengikuti ibadah dengan penuh antusias sejak awal sampai akhir ibadah. Ag/
Halaman Lain
Informasi mengenai departemen dan kelompok sel yang ada di Gereja Mawar Sharon.