
Cek Email @gms.or.id di sini.
Resources » Resensi Kotbah » Ibadah Umum IV, 30 Agustus 2009
Ibadah Umum IV, 30 Agustus 2009
Gereja yang Luar Biasa - Ps. Moro W (Medan)
Kisah Para Rasul 2:41-47
Gereja pada jaman jemaat mula-mula dianggap Tuhan sebagai rumahKu, sehingga tidak lagi dianggap Gereja tetapi lebih menegaskan apa yang ada dihati Tuhan. Gereja yang luar biasa bukan berbicara program Gereja yang dibuat tetepi tentang manifestasi Allah. Bagaimana Allah dinyatakan didalam gerejaNya, bagaimana orang-orang mengalami Tuhan, dipulihkan, disegarkan dan mengalami perubahan hidup.
Ada 2 type golongan yang sangat berpengaruh dari kisah jemaat mula-mula di Kisah Para Rasul ini:
1. Harus diisi dan dilayani oleh pelayan Tuhan yang luar biasa.
Hal yang menjadi ukuran sebuah Gereja yang luar biasa (secara orang awam) dilihat dari kualitas pemimpinnya. Apakah menjadi hamba-hamba Tuhan yang berdoa, berkarakter, berintegritas, hidup kudus dan benar?
Contoh:
II Kor 8:16-19,22 = Paulus mengirim orang-orang yang berkualitas unggul, yang memiliki hati mengasihi, rela melayani.
Filipi 2:19-20,25 = Sama halnya dengan Tuhan Yesus.
Jika Gereja hanya berpedoman dari hamba Tuhan yang luar biasa, maka suatu saat Gereja itu akan goyah, mengapa? Karena icon/figurnya tidak ada. Hamba Tuhan yang luar biasa hanya mampu mempengaruhi gerejanya sebesar 50%.
2. Harus diisi juga dengan jemaat yang luar biasa (Kis 2:46-47).
Kis 4:23-31; Kis 8:1-4
Berbicara jemaat bukan lagi sebagai pengisi bangku Gereja tetapi harus mempunyai dampak besar, mereka mampu melihat dirinya berarti bagi gerejanya.
I Tim 3:1-15
(Ayat 15) Gereja yang luar biasa butuh jemaat yang hidup dalam kebenaran, mau melayani karena itu tiang penopang sebuah Gereja. Percuma saja Gereja yang hanya punya hamba Tuhan yang luar biasa tetapi jemaatnya tidak pernah hidup dalam kebenaran.
3 Definisi jemaat yang luar biasa:
1. Kis 2:42 - Jemaat yang dipenuhi hatinya haus akan kebenaran.
Jemaat yang seperti ini pasti terjadi pertumbuhan rohani yang spektakuler karena mereka merenungkan firman Tuhan yang disampaikan oleh rasul-rasul, tidak lagi terpengaruh oleh siapa yang menyampaikannya tetepi focus pada firmanNya.
2. Ayat 46 - Jemaat mencintai Gereja yang ditanam.
Banyak jemaat yang sering kali membicarakan gerejanya jika bukan pembicaranya / PAWnya / ushernya. Tetapi apakah saat mereka keluar dari ibadahnya membicarakan setiap aksi jemaat ataukah setiap moment acara kepada orang lain ataukah sempat memikirkan untuk tergabung/terlibat dalam volunteer gerejanya. Apakah setiap jemaatnya mau menggenapi visi dan misi dari pemimpinnya atau tidak?
3. Ayat 42-46 - Jemaat yang punya mental melayani.
Jemaat bukan lagi menjadi jemaat yang hanya minta dilayani, menuntut, butuh perhatian, tetapi punya inisiatif untuk melayani apapun kepada orang-orang yang kekurangan/membutuhkan.« back to previous page - Resensi Kotbah - Resources

