Cek Email @gms.or.id di sini.

Resources » Resensi Kotbah » Ibadah Profesional Muda, 15 Agustus 2009


Ibadah Profesional Muda, 15 Agustus 2009

Kebebasan - Pdt. Leonardo S (Jakarta)

Banyak orang menyukai kehidupan yang bebas, tidak terikat aturan dan “semau gue”. Kebenarannya adalah tidak ada kebebasan yang seperti itu. Contohnya, ada orang-orang yang merasa bebas kalau melakukan hobinya tanpa dibatasi atau mengkonsumsi narkoba. Sebenarnya itu pun bukan kebebasan. Karena tanpa disadari mereka terikat dengan hobi dan narkoba.Akibatnya, mereka lupa waktu, lupa keluarga, lupa pekerjaan, dan lain sebagainya.
Manusia hidup sebagai mahkluk soial, kehidupannya akan selalu berhubungan dengan orang lain. Tuhan memberikan kita kepandaian, talenta, dan keahlian supaya berguna bagi orang lain. Oleh karena itu arti kebebasan yang sesungguhnya adalah bebas atau merdeka dari keterikatan. Firman Allah dalam Markus 5:1-4 dan Lukas 8:27 menjelaskan kebebasan sebagai merdeka dari keterikatan yang berasal dari dalam diri sendiri (internal) bukan keterikatan yang datang dari luar (eksternal). Keterikatan internal itu adalah dosa.
Yohanes 8:30-36 mengatakan merdeka dari ikatan dosa hanya bisa dilakukan melalui percaya kepada Yesus. Allah berjanji, jika kita merdeka dari dosa berarti kita telah benar-benar bebas. Yesus mau memerdekakan kita dari status hamba (tidak tetap) menjadi anak (tetap).
Ada 7 hal yang harus kita lakukan supaya mengalami kebebasan penuh di dalam Tuhan: pertama, sadar diri (Yoh.8:33). Kita harus menyadari dan mengakui bahwa ada ikatan dosa dalam diri kita. Apabila kita tidak mau mengakui maka tidak akan terjadi pertobatan dan tidak terjadi kemerdekaan dalam diri kita.
Kedua, percaya bahwa Yesus sanggup memerdekakan kita (Yoh.8:30). Kalau kita tidak percaya Yesus mampu membebaskan kita, maka kita tidak akan bisa benar-benar merdeka.
Ketiga, tetap hidup dalam Firman Tuhan (Yoh.8:31). Artinya tetap tinggal dalam  koridor-koridor kebenaran- kebenaran. Keempat, hidup sesuai Firman. Artinya melakukan Firman dalam hidup sehari-hari. Kelima, perjumpaan pribadi dengan Tuhan (Mark.5:6 ). Kita harus mengalami pertobatan secara pribadi dan bukan karena orang lain. Contoh, kita pergi ke gereja bukan karena ikut atau diajak teman, tetapi atas kemauan sendiri. Keenam, masuk terus dalam hadirat Allah. Artinya hidup dalam penyembahan kepada Allah setiap saat. Ketujuh, dewasa dalam Tuhan. Artinya memimiliki hati yang rela dibentuk dan mengalami proses pembaharuan secara terus menerus di dalam Tuhan.
Orang di luar Yesus berpikir, kalau kita sungguh-sungguh dalam Tuhan maka kita akan terikat dengan banyak aturan, tidak bebas. Tapi sesungguhnya, karena ada Yesus dalam hidup kita, maka kita jadi merdeka dan mengalami kebebasan yang sesungguh-sungguhnya. Bebas dari dosa jauh lebih baik dari apa pun hadiah yang diberikan dunia.
« back to previous page  -   Resensi Kotbah  -   Resources

Resensi Kotbah Archive Calendar

<<September 2010>>
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

10 Resensi Kotbah Terakhir